haha..akhirnye i have my own blog..kui3 lawok ase..haha..thanx STOPA kiut coz ajar ak!! hahak2..
Sunday, May 1, 2011
Big Hand!!!huahahaha..
La Mano del Desierto: Hal terakhir yang Anda harapkan untuk menemukan di tengah gurun terkering di Bumi adalah sebuah karya seni. Tapi itulah apa yang Anda gong untuk melihat, jika Anda kebetulan melakukan perjalanan melalui Gurun Atacama, di Chile.
Tangan of the Desert (La Mano del Desierto) adalah sebuah patung 11-meter-tinggi, dalam bentuk tangan, naik dari padang pasir. Ini dirancang dan diciptakan oleh pematung Chili Irarrázabal Mario, dan mungkin adalah hal teraneh yang akan Anda lihat dalam Atacama.Mano de Desierto adalah karya pematung Mario Chili Irarrázabal, dibangun pada awal 1980-an. Ini dibiayai oleh organisasi booster lokal bernama Corporación Pro Antofagasta.
"Tangan naik dari pasir" tema sangat umum di Mr Irarrázabal bekerja dan ia memiliki dua patung lain yang serupa besar di AS dan Uruguay. Kami akan menambahkan mereka berdua ke daftar keanehan, cukup segera.
Pluto..bukan lagi planet..(n,n)
PRAHA, JUMAT - Ribuan astronom yang berkumpul di Praha, Ceko akhirnya memutuskan bahwa Pluto tidak masuk dalam kategori planet pada pertemuan puncak International Astronomical Union (IAU) Kamis (24/8). Alasannya, Pluto tidak memiliki orbit yang dominan seperti delapan planet lainnya. Meskipun demikian, benda langit yang dikenal sebagai planet kesembilan selama 76 tahun di Tata Surya dimasukkan ke dalam klasifikasi baru yang disebut planet kerdil. Selain Pluto, Charon, Xena, dan Ceres juga dimasukkan dalam kategori baru ini. "Saya sangat terharu hari ini sebab pada hari terakhir kami harus mendeskripsikan Tata Surya sebagaimana mestinya, suka atau tidak," kata Profesor Iwan Williams, kepala panel IAU yang bekerja dalam beberapa bulan terakhir untuk mendefinisikan istilah planet.
Definisi yang tegas diperlukan sejak teleskop berteknologi mutakhir berhasil menunjukkan objek-objek langit baru yang berukuran sebanding Pluto. Tanpa batasan yang tegas, jumlah benda-benda langit yang disebut planet di Tata Surya mungkin bisa mencapai 50 atau lebih. Dalam sidang umum IAU, para astronom sepakat bahwa benda langit dapat disebut sebagai planet jika mengorbit bintang namun bukan sebagai bintang yang memancarkan sinar.
Selain itu, ukurannya harus cukup besar sehingga memiliki gravitasi yang membuatnya berbentuk bulat dan memiliki orbit yang jelas berbeda dengan objek langit lainnya. Pluto secara otomatis tidak memenuhi syarat ini karena orbitnya yang berbentuk elips tumpang tindih dengan orbit Neptunus. Orbitnya terhadap Matahari juga terlalu melengkung dibandingkan delapan objek yang diklasifikasikan sebagai planet. Dengan keputusan yang akan ditetapkan IAU ini, referensi mengenai planet-planet di buku teks maupun ensiklopedia harus direvisi. Tata Surya dengan Matahari sebagai pusatnya akan dideskripsikan dengan delapan planet saja. Sementara benda-benda langit lainnya diklasifikasikan tersendiri. Sumber: BBC
Definisi yang tegas diperlukan sejak teleskop berteknologi mutakhir berhasil menunjukkan objek-objek langit baru yang berukuran sebanding Pluto. Tanpa batasan yang tegas, jumlah benda-benda langit yang disebut planet di Tata Surya mungkin bisa mencapai 50 atau lebih. Dalam sidang umum IAU, para astronom sepakat bahwa benda langit dapat disebut sebagai planet jika mengorbit bintang namun bukan sebagai bintang yang memancarkan sinar.
Selain itu, ukurannya harus cukup besar sehingga memiliki gravitasi yang membuatnya berbentuk bulat dan memiliki orbit yang jelas berbeda dengan objek langit lainnya. Pluto secara otomatis tidak memenuhi syarat ini karena orbitnya yang berbentuk elips tumpang tindih dengan orbit Neptunus. Orbitnya terhadap Matahari juga terlalu melengkung dibandingkan delapan objek yang diklasifikasikan sebagai planet. Dengan keputusan yang akan ditetapkan IAU ini, referensi mengenai planet-planet di buku teks maupun ensiklopedia harus direvisi. Tata Surya dengan Matahari sebagai pusatnya akan dideskripsikan dengan delapan planet saja. Sementara benda-benda langit lainnya diklasifikasikan tersendiri. Sumber: BBC
::Misteri Segi Tiga Bermuda::
KEGEMBIRAAN Christopher Columbus dan anak kapalnya menemui benua Amerika pada 1492 tiba-tiba saja bertukar menjadi mimpi ngeri.
Tanpa diduga, ketika meneruskan pelayaran, kumpulan ekspedisi berkenaan tidak hanya menemui benua baru itu tetapi turut berhadapan dengan fenomena mistik yang meremangkan bulu roma dan menyeramkan.
Di tengah samudera luas, secara tiba-tiba jarum kompas di kapal Columbus bergerak tanpa arah yang pasti. Kejadian aneh berkenaan semakin membingungkan kerana ia berlaku ketika cuaca di luar kapal begitu baik.
Peristiwa mistik tidak tamat di situ saja. Tidak lama selepas itu, ketika malam menjelma, kalangan kelasi dikejutkan dengan kemunculan bebola api yang terjatuh ke dalam laut tidak beberapa jauh daripada kapal berkenaan.
Mereka juga melihat satu lintasan cahaya dari arah ufuk yang kemudian menghilang begitu saja. Pengalaman aneh itu dicatatkan Columbus ketika menceritakan mengenai ekspedisinya meninjau wilayah baru itu.
Dalam meneliti kawasan Amerika yang baru dijumpai itu, pelayar terbabit mungkin sedikit gerun selepas mendapati kawasan itu bukanlah bumi biasa, terdapat sesuatu yang misteri mengenai wilayah itu.
Sememangnya wilayah mistik yang dilalui Columbus itu terus kekal misteri sehingga kini. Kawasan terletak antara Miami di Florida, Puerto Rico di Jamaica dan Bermuda terus menyimpan rahsia yang tidak dapat dipecahkan selama ratusan tahun.
Columbus dan ahli ekspedisinya boleh dikatakan agak beruntung berbanding pihak lain yang melalui kawasan yang kini dikenali ‘Segitiga Bermuda’ itu.
Ahli pelayaran kurun ke-15 itu sekadar diperlihatkan kejadian aneh dan mistik tetapi ratusan kapal dan pesawat yang melalui perairan itu selepas Columbus terus ghaib tanpa dapat dikesan!
Peristiwa terbesar yang pernah terjadi di Segitiga Bermuda adalah lenyapnya kapal perang Inggeris iaitu Atlanta pada 1880.
Sebaik kapal besar itu melalui kawasan perairan berkenaan, ia terus lenyap bersama 300 kadet dan askar di dalamnya.
Rupanya Segitiga Bermuda tidak hanya ‘menelan’ kapal laut yang melalui kawasan perairannya tetapi juga di ruang udara yang terdapat dalam lingkungan pertemuan tiga negeri berkenaan.
Selain kapal laut, pesawat yang terbang di Segitiga Bermuda yang berkeluasan kira-kira 1.2 juta kilometer persegi itu turut ghaib tanpa dapat dikesan.
Peristiwa terbesar membabitkan kehilangan pesawat terbongkar pada 1990 apabila lima jet Grumman TBF Avenger AL AS yang tengah meronda melintas wilayah laut itu terus ghaib daripada radar pusat kawalan udara pada 5 Disember 1945, ketika waktu masih siang.
Penyiasatan mendapati komandan penerbangan sempat berhubung dengan pusat kawalan dan melaporkan yang kumpulan mereka mengalami ‘gangguan’ sebelum semua pesawat itu ghaib beberapa minit kemudian tanpa sempat memberi isyarat SOS.
Kehilangan lima pesawat itu menyebabkan sebuah pesawat lain iaitu Martin PBM-3 Mariner diterbangkan untuk operasi mencari tetapi pesawat itu turut lenyap bersama 13 anggota di dalamnya. Operasi mencari turut gagal menemui serpihan pesawat berkenaan.
Tahun demi tahun berlalu, sekitar 1990, seorang peneliti tampil bersama penemuan menggemparkan apabila menjumpai kerangka pesawat di pantai Fort Launderdale, Florida. Ujian mendapati kerangka itu milik TBF Avenger yang hilang lebih 30 tahun sebelum itu.
Konflik lebih menarik berlaku dalam proses pencarian pesawat pengangkut C-119 Flying Boxcar yang hilang pada 7 Jun 1965. Seperti kes lain, pesawat itu terbang melalui Segitiga Bermuda dan terus ghaib tanpa dapat dikesan.
Operasi menyelamat dikerahkan tetapi tetap tidak menjumpai jejak serpihan ataupun mayat anggota dalam pesawat itu.
Kehilangan itu terus menjadi misteri sehinggalah pada 1973, seorang pengkaji UFO mengemukakan teori yang menarik tumpuan ramai pihak menerusi artikelnya yang diterbitkan Biro UFO Antarabangsa.
Dalam artikel itu dimuatkan kenyataan angkasawan Gemini IV, James McDivitt dan Edward H. White II. Mereka menceritakan pada waktu hilangnya pesawat C-119, dua angkasawan itu sedang mengamati wilayah sekitar Kepulauan Hawaii.
Menurut catatan NASA, pada 3 hingga 7 Jun 1965, kedua-dua angkasawan itu sedang melakukan eksperimen di luar kapsul Gemini dan McDivitt menyatakan dia melihat sebuah UFO meluncur di udara berhampiran Hawaii. Beberapa minit kemudian, White turut menyaksikan objek lain yang berbentuk serupa.
Sejak itu, cerita mengenai UFO yang ‘menculik’ C-119 terus heboh sehingga menarik perhatian ramai pihak. Bagaimanapun, pihak yang skeptikal dengan kenyataan itu tetap menyangkal dengan tanggapan bahawa kedua-dua angkasawan itu mungkin tersalah anggap.
Sehingga kini, kes membabitkan pesawat C-119 Flying Boxcar, TBF Avenger, Martin PBM-3 Mariner, kapal laut Atlanta serta ratusan lagi kes kehilangan kapal dan pesawat di kawasan itu terus kekal misteri dan tidak dapat diselesaikan.
Bagaimanapun, terdapat persamaan dalam kebanyakan kes - ghaib ketika keadaan cuaca baik, kapal dan pesawat tidak memiliki masalah atau kerosakan teknikal, perhubungan radio antara pesawat dan kapal dengan pusat kawalan berjalan biasa sehinggalah ia terus terputus tanpa disangka.
Banyak teori dikaitkan sebagai punca misteri Segitiga Bermuda. Ada yang mengemukakan teori lingkungan waktu, medan graviti terbalik, anomali magnetik-graviti, fenomena gempa laut, serangan gelombang besar termasuk dikaitkan dengan lubang hitam di angkasa.
Lebih pelik lagi wilayah itu dikatakan markas UFO di Bumi ini, pusat pemerintahan kota Atlantis yang tenggelam ribuan tahun lalu, kota manusia duyung selain pusat persembunyian Dajjal.
Selepas lebih 500 tahun daripada peristiwa mistik yang menghantui Columbus, pelbagai kejadian aneh bagaikan tidak berkesudahan sekaligus meletakkan Segitiga Bermuda sebagai antara wilayah paling misteri di dunia ini.
Tanpa diduga, ketika meneruskan pelayaran, kumpulan ekspedisi berkenaan tidak hanya menemui benua baru itu tetapi turut berhadapan dengan fenomena mistik yang meremangkan bulu roma dan menyeramkan.
Di tengah samudera luas, secara tiba-tiba jarum kompas di kapal Columbus bergerak tanpa arah yang pasti. Kejadian aneh berkenaan semakin membingungkan kerana ia berlaku ketika cuaca di luar kapal begitu baik.
Peristiwa mistik tidak tamat di situ saja. Tidak lama selepas itu, ketika malam menjelma, kalangan kelasi dikejutkan dengan kemunculan bebola api yang terjatuh ke dalam laut tidak beberapa jauh daripada kapal berkenaan.
Mereka juga melihat satu lintasan cahaya dari arah ufuk yang kemudian menghilang begitu saja. Pengalaman aneh itu dicatatkan Columbus ketika menceritakan mengenai ekspedisinya meninjau wilayah baru itu.
Dalam meneliti kawasan Amerika yang baru dijumpai itu, pelayar terbabit mungkin sedikit gerun selepas mendapati kawasan itu bukanlah bumi biasa, terdapat sesuatu yang misteri mengenai wilayah itu.
Sememangnya wilayah mistik yang dilalui Columbus itu terus kekal misteri sehingga kini. Kawasan terletak antara Miami di Florida, Puerto Rico di Jamaica dan Bermuda terus menyimpan rahsia yang tidak dapat dipecahkan selama ratusan tahun.
Columbus dan ahli ekspedisinya boleh dikatakan agak beruntung berbanding pihak lain yang melalui kawasan yang kini dikenali ‘Segitiga Bermuda’ itu.
Ahli pelayaran kurun ke-15 itu sekadar diperlihatkan kejadian aneh dan mistik tetapi ratusan kapal dan pesawat yang melalui perairan itu selepas Columbus terus ghaib tanpa dapat dikesan!
Peristiwa terbesar yang pernah terjadi di Segitiga Bermuda adalah lenyapnya kapal perang Inggeris iaitu Atlanta pada 1880.
Sebaik kapal besar itu melalui kawasan perairan berkenaan, ia terus lenyap bersama 300 kadet dan askar di dalamnya.
Rupanya Segitiga Bermuda tidak hanya ‘menelan’ kapal laut yang melalui kawasan perairannya tetapi juga di ruang udara yang terdapat dalam lingkungan pertemuan tiga negeri berkenaan.
Selain kapal laut, pesawat yang terbang di Segitiga Bermuda yang berkeluasan kira-kira 1.2 juta kilometer persegi itu turut ghaib tanpa dapat dikesan.
Peristiwa terbesar membabitkan kehilangan pesawat terbongkar pada 1990 apabila lima jet Grumman TBF Avenger AL AS yang tengah meronda melintas wilayah laut itu terus ghaib daripada radar pusat kawalan udara pada 5 Disember 1945, ketika waktu masih siang.
Penyiasatan mendapati komandan penerbangan sempat berhubung dengan pusat kawalan dan melaporkan yang kumpulan mereka mengalami ‘gangguan’ sebelum semua pesawat itu ghaib beberapa minit kemudian tanpa sempat memberi isyarat SOS.
Kehilangan lima pesawat itu menyebabkan sebuah pesawat lain iaitu Martin PBM-3 Mariner diterbangkan untuk operasi mencari tetapi pesawat itu turut lenyap bersama 13 anggota di dalamnya. Operasi mencari turut gagal menemui serpihan pesawat berkenaan.
Tahun demi tahun berlalu, sekitar 1990, seorang peneliti tampil bersama penemuan menggemparkan apabila menjumpai kerangka pesawat di pantai Fort Launderdale, Florida. Ujian mendapati kerangka itu milik TBF Avenger yang hilang lebih 30 tahun sebelum itu.
Konflik lebih menarik berlaku dalam proses pencarian pesawat pengangkut C-119 Flying Boxcar yang hilang pada 7 Jun 1965. Seperti kes lain, pesawat itu terbang melalui Segitiga Bermuda dan terus ghaib tanpa dapat dikesan.
Operasi menyelamat dikerahkan tetapi tetap tidak menjumpai jejak serpihan ataupun mayat anggota dalam pesawat itu.
Kehilangan itu terus menjadi misteri sehinggalah pada 1973, seorang pengkaji UFO mengemukakan teori yang menarik tumpuan ramai pihak menerusi artikelnya yang diterbitkan Biro UFO Antarabangsa.
Dalam artikel itu dimuatkan kenyataan angkasawan Gemini IV, James McDivitt dan Edward H. White II. Mereka menceritakan pada waktu hilangnya pesawat C-119, dua angkasawan itu sedang mengamati wilayah sekitar Kepulauan Hawaii.
Menurut catatan NASA, pada 3 hingga 7 Jun 1965, kedua-dua angkasawan itu sedang melakukan eksperimen di luar kapsul Gemini dan McDivitt menyatakan dia melihat sebuah UFO meluncur di udara berhampiran Hawaii. Beberapa minit kemudian, White turut menyaksikan objek lain yang berbentuk serupa.
Sejak itu, cerita mengenai UFO yang ‘menculik’ C-119 terus heboh sehingga menarik perhatian ramai pihak. Bagaimanapun, pihak yang skeptikal dengan kenyataan itu tetap menyangkal dengan tanggapan bahawa kedua-dua angkasawan itu mungkin tersalah anggap.
Sehingga kini, kes membabitkan pesawat C-119 Flying Boxcar, TBF Avenger, Martin PBM-3 Mariner, kapal laut Atlanta serta ratusan lagi kes kehilangan kapal dan pesawat di kawasan itu terus kekal misteri dan tidak dapat diselesaikan.
Bagaimanapun, terdapat persamaan dalam kebanyakan kes - ghaib ketika keadaan cuaca baik, kapal dan pesawat tidak memiliki masalah atau kerosakan teknikal, perhubungan radio antara pesawat dan kapal dengan pusat kawalan berjalan biasa sehinggalah ia terus terputus tanpa disangka.
Banyak teori dikaitkan sebagai punca misteri Segitiga Bermuda. Ada yang mengemukakan teori lingkungan waktu, medan graviti terbalik, anomali magnetik-graviti, fenomena gempa laut, serangan gelombang besar termasuk dikaitkan dengan lubang hitam di angkasa.
Lebih pelik lagi wilayah itu dikatakan markas UFO di Bumi ini, pusat pemerintahan kota Atlantis yang tenggelam ribuan tahun lalu, kota manusia duyung selain pusat persembunyian Dajjal.
Selepas lebih 500 tahun daripada peristiwa mistik yang menghantui Columbus, pelbagai kejadian aneh bagaikan tidak berkesudahan sekaligus meletakkan Segitiga Bermuda sebagai antara wilayah paling misteri di dunia ini.
Subscribe to:
Comments (Atom)











